Keranjang Belanja |

0 item - Rp. 0,00
DUH… ANAKKU SUDAH PANDAI BERBOHONG
Harga:
Rp. 10.000,00

DUH… ANAKKU SUDAH PANDAI BERBOHONG

Penerbit: MaPI (Majalah PI)
Penulis :MAPI Edisi I Th XIII Januari 2012
ISBN / EAN: 1411-8947
Size:24 x 15 x 0.5 (cm)
Jumlah:  Beli

Bayangkan. Suatu pagi ketika membangunkan buah hati, Anda mendapati kasurnya basah karena ompol. Tahu bahwa Anda memperhatikan kasur dan selimutnya yang basah, anak Anda berkata, “Semalem kan hujan. Gentingnya bocor, bunda. Jadi ajah kasur dede basah.” Berada pada posisi itu, apa yang akan Anda lakukan?

Memarahi anak adalah sesuatu yang tidak mungkin, sementara membiarkannya adalah hal yang lebih tidak mungkin lagi. Menghadapi hal ini, sebagian orangtua memilih menceramahi anaknya mengenai konsep bahwa bohong itu dosa dan kita tidak boleh melakukannya, apa pun alasannya. Apakah dengan ceramah tersebut lantas permasalahan dapat terselesaikan begitu saja?

Jangan pernah bertanya, “Kamu bohong, ya?” ketika menghadapi anak yang ketahuan berbohong. Percayalah, pertanyaan tersebut hanya akan memunculkan self-defense dalam diri anak. Alih-alih berusaha mengungkapkan kebenaran, anak akan lebih rapat menutup dirinya karena atmosfer yang Anda bangun tidak mendukungnya untuk terbuka. Akhirnya, bukan hanya Anda tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, tapi juga anak akan lebih memilih memutus tali komunikasi.

Sebenarnya, seorang ibu dapat secara langsung mengetahui kalau anaknya tengah berbohong. Ini tidak harus dihubungkan dengan tidak adanya eye-contact, lebih kencangnya degup jantung, atau cara bicara yang terbata-bata sebagaimana dijelaskan sebagai tanda-tanda orang berbohong pada salah sebuah buku. Ini tentang insting yang dimiliki seorang ibu yang mengandung anak selama sembilan bulan dalam rahimnya. Ya, kontak batin antara ibu dan anak akan senantiasa ada, bahkan ketika anak berusaha sekuat tenaga untuk menutupi sesuatu.

Astri Ivo memiliki caranya sendiri untuk mengawasi perilaku anaknya, termasuk mendeteksi kejujuran sang anak. Setiap anak-anak pulang sekolah atau pulang bermain, dia mencium buah hatinya. Ciuman tersebut bukan hanya untuk menunjukkan rasa kasih sayang, tapi juga untuk mengetahui aroma tubuh anak-anaknya. Dari aroma tersebut dia akan tahu anaknya minum atau makan apa saja di luar rumah. Jadi, alih-alih bertanya kepada anaknya apakah dia merokok atau tidak, Astri akan langsung mencium (dan juga mengendus) untuk mencari ada atau tidak aroma tembakau di tubuh anaknya. Cara ini terbukti efektif menjaga ketiga buah hatinya dari perilaku negatif.

Sebagian orang mengelompokkan bohong dalam beberapa level: ringan, sedang, dan berat. Hal ini kemudian melahirkan batasan sebuah kebohongan dapat ditoleransi atau tidak. Tak terkecuali jika anak melakukan kebohongan. Dia akan dibiarkan begitu saja manakala dia dinilai hanya melakukan bohong kecil-kecilan. Bijaksanakah tindakan seperti ini? Mungkin orang dewasa bisa membedakan mana bohong yang bisa diberi toleransi dan mana yang tidak. Namun, tidak demikian dengan anak-anak. Yang dia tahu bahwa orangtuanya membolehkannya berkata bohong tanpa dia mengerti jenjang atau level kebohongan yang dipahami orangtua. Jadi, seringan apa pun kebohongan yang dilakukan anak, Anda paling tidak memberi pengertian bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.

Sebuah pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Dr. Kang Lee, Direktur Institute of Child Study di Toronto University, dan dilansir oleh Telegraph. Disebutkan bahwa semakin awal seorang anak mulai-berbohong, maka akan lebih mungkin dia menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Semakin cepat anak mulai berbohong semakin cepat otaknya mengembangkan kecerdasan di tahun-tahun kemudian dan kemampuan berpikirnya pun akan lebih baik sehingga lebih cepat berjalan. Itu menandakan bahwa anak telah mengembangkan fungsi eksekutif, yaitu kemampuan menciptakan kebohongan untuk menjaga keyakinan di balik pikirannya. Tentu setiap orangtua menginginkan anaknya meraih kesuksesan hidup, tapi bukan dengan cara berbohog, bukan?

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Catatan: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode dalam kotak berikut:




Home  |  Daftar Keinginan  |  Account  |  Keranjang Belanja  |  Kasir

Copyright © Khazanah Intelektual Group 2017   Real Time Analytics